Trip to Cambodia! – Part 2: Selamat Datang

Pesawat sudah tinggal landas, sementara mulut gue masih kekeringan, gue cuma bisa duduk sambil membolak-balikkan food menu dan berharap pramugari segera lewat untuk menawarkan jajanannya (maklum naiknya LCC, jadi mau makan harus beli). Tak lama mereka pun akhirnya lewat, tanpa panjang lebar gue langsung pesan makanan andalan gue di AA, nasi briyani (seketika gue baru sadar kalau gue belum sarapan) plus sebotol “air minum semulajadi” (atau yang biasa kita sebut air mineral), karena cuma itu yang bisa gue dapat dengan sisa uang Ringgit yang gue punya (untung gue masih nyimpen recehan Ringgit sisa last trip). Tapi sayang sekali briyani yang gue cari lagi gak ada, okelah ganti aja dengan apapun yang tersedia, yang penting bisa gue makan. Well, untuk saat ini sebenernya yang paling gue butuhin adalah air, “Please kasih gue airnya duluan, gue udah dehidrasi berat”, batin gue menggumam. Selesai makan gue pun mencoba untuk tidur, iya gue kurang tidur, gue berangkat ke Bandara SRG pas langit masih gelap, ditambah energi gue terkuras buat lari-larian di CGK.

Setelah kurang lebih dua jam berada diatas awan, pramugari mengumumkan kalau pesawat ini akan segera landing di KLIA2. Segeralah gue bergegas karena jeda waktu gue cuma satu jam, gue harus gercep, connecting flight gue sebenernya masih di terminal yang sama sih, cuma kebayang lah besarnya Bandara KLIA2, dari garbarata ke bagian imigresen tuh jauhnya minta ampun dan selama ini gue gak pernah dapetin imigresen mereka dalam kondisi sepi, pasti harus antri lama, meskipun mereka punya banyak gate, udah gitu jarak dari imigresen ke departure gate juga lumayan jauh, ditambah masih harus lewat pemeriksaan barang sekali lagi dan biasanya disitu antrinya panjang juga.

Dan sekali lagi, waktu gue cuma satu jam dari sekarang. Oke mari kita lihat apa yang akan terjadi.

Gue pun langsung mengeluarkan jurus kaki seribu untuk melangkah cepat menuju imigresen dengan harapan gue bakal dapat antrian di lini depan. Ternyata prediksi gue meleset lagi kali ini, kondisi imigresen saat itu bisa dibilang cukup sepi, tak seperti biasanya. Syukurlah, gue jadi gak butuh waktu lama buat lewatin imigresen, langsung deh gue keluar dan naik lagi menuju counter check-in, untungnya di Bandara ini semua fasilitas berfungsi dengan baik, gue langsung cetak sendiri tiket gue di mesin self checkin dan langsung masuk lagi ke bagian imigresen keberangkatan.

Kali ini situasi di imigresen keberangkatan cukup ramai tapi gak panjang-panjang amat, disini gue lihat masyarakat dengan paspor lokal melangkah dengan bebas hambatan lewat fasilitas autogate yang tersedia di imigresen KLIA, hal yang setengah mati gue lakuin di CGK tapi tetep aja gak bisa-bisa, bukan bermaksud membandingkan tapi memang kenyataannya seperti itu, gue iri aja liatnya, fasilitas ini sangat mempermudah dan mempersingkat waktu, tapi kenapa disini bisa sedangkan disana nggak. Gue berharap fasilitas yang kita punya segera disempurnakan deh biar gak kalah sama yang lain.

Well, sudahlah, itu cuma curcol sambil menunggu antrian, sekarang gue rasa gue masih punya cukup waktu, dan beruntungnya lagi gue dapet Gate L, yang mana jaraknya gak terlalu jauh dari pintu keluar imigresen. Biasanya gue dapet Gate P atau Q yang jaraknya lumayan jauh, mesti turun eskalator bolak-balik. Bener-bener rezeki gue ini mah, dikasih kelancaran di waktu yang super singkat ini. There’s always something to be grateful for, right? Thank God!.

Gak butuh waktu lama buat lewatin pemeriksaan barang terakhir karena udah gue persiapkan semuanya, laptop, kamera dan segala macam benda yang harus dikeluarin udah gue keluarin duluan, langsung deh melesat tanpa hambatan. Gak lama setelah gue melewati pemeriksaan barang akhirnya terdengar panggilan boarding buat pesawat gue. “Yes! Gue jadi berangkat ke Siem Reap! Hahaha”.

Masih dengan maskapai AA, tapi kali ini gue dapet yang AK Flight, didalamnya ada fasilitas wifi on board pakai rokki, bisa buat nonton video, denger musik atau baca berita secara “percuma” alias gratis (tapi cuma untuk konten yg disediakan), kalau mau pake browsing atau chatting mesti bayar, tapi lumayan lah ada yang gratis daripada lumanyun dua jam penerbangan.

20180621_135652
Fasilitas wi-fi on board pakai rokki.com

Dua jam kemudian…

Taraaaa, akhirnya gue sampai juga di Siem Reap International Airport. Ini adalah negara ASEAN ke-empat yang pernah gue kunjungin diluar Indonesia. One more wishlist has been checked. Yeah!.

20180621_152138
Bandara Internasional Siem Reap

Bandaranya gak besar-besar amat, mungkin besarnya mirip-mirip Bandara Adisutjipto Jogja, pastinya gak ada garbarata karena cuma satu lantai. Pesawat yang gue naikin rata-rata isinya turis mancanegara, kami pun langsung turun dari pesawat dan berjalan menuju pintu kedatangan, begitu masuk ternyata langsung tiba di bagian imigrasi, karena gue udah ngisi arrival card yang dibagiin di atas pesawat jadi langsung aja ngantri di counter imigrasi. Oh iya untuk visitor yang perlu visa, disini disediakan fasilitas VoA juga, tapi berhubung paspor Indonesia free visa untuk negara-negara ASEAN jadi langsung skip aja.

Antrian sore itu gak terlalu panjang, petugas imigrasi pun tanpa sepatah dua patah kata langsung membubuhkan stempel di paspor gue. Horeee gue officially masuk di Kamboja! Welcome to The Kingdom of Wonder!.

20180621_162100
Selamat Datang di Kamboja!

 

“We travel, some of us forever, to seek other places, other lives, other souls.” – Anais Nin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: