Trip to Cambodia! – Part 4: Pub Street, where beer is cheaper than water

Setelah sejenak beristirahat, malam harinya gue mutusin buat jalan-jalan ke Pub Street, yang menurut hasil penelusuran gue waktu nyari penginapan, letaknya gak jauh dari penginapan gue, jalan kaki gak nyampe lima menit udah nyampe deh di Pub Street.

Pub Street ini daerah yang banyak dikunjungi para backpacker dari mancanegara, banyak hostel murah juga di sekitar sini, mungkin hampir 90% yang datang kesini adalah turis, bisa dibilang ini adalah pusat keramaiannya Siem Reap terutama pada malam hari, sejenis Khaosan Road kalau di Bangkok, Little India kalau di Singapura, atau Bukit Bintang kalau di Kuala Lumpur, kalau di Bali mirip-mirip Legian gitu lah.

2018_0621_21414200
Hiruk pikuk di Pub Street

Menurut hasil riset di internet, Pub Street ini adalah surganya buat para peminum, karena harga bir dan minuman sejenisnya disini murah banget, bahkan katanya lebih murah beli bir daripada air putih, termasuk untuk brand-brand ternama. “WTH, beer is actually cheaper than water? gokil!” Tapi berhubung gue bukan peminum, jadi gak ada ngaruhnya murah apa mahal hahaha.

Gue coba mengelilingi seluruh sudut Pub Street ini dari gang ke gang, mayoritas isinya sama sih, Pub atau semacamnya, tapi banyak juga penjual lainnya seperti baju-baju atau barang-barang lainnya. Di persimpangan jalan gue nemu abang-abang penjual cemilan ekstrim, yaitu serangga goreng, ada kalajengking, laba-laba, dan serangga-serangga semacamnya. Berani coba?.

20180621_215950
What do you want to eat?
20180621_215448
Dare to try?

Oh iya, di samping Pub Street juga ada Night Market, kurang lebih sama seperti Night Market atau Central Market di negara-negara lain, jualan merchandise seperti kaos, kerajinan tangan, dan benda-benda buat oleh-oleh khas negara mereka. Gue sempet muter-muter sebentar, lumayan lah dapet beberapa barang buat buah tangan, meskipun harus tawar menawar dulu sama si penjual, maklum lah daerah touristy gini pasti dipatok harga tinggi, jadi jangan ragu untuk menawar.

20180621_210925
Way to Night Market

20180621_212432
Waktunya tawar menawar ala emak-emak

Setelah lelah berjalan gue mutusin buat berhenti sejenak didepan stand penjual Fried Roll Ice Cream, es krim yang cara bikinnya diubek-ubek terus dioles-oles, sampai diulang-ulang, kaya orang lagi mlester tembok, tapi gue enjoy sih nungguinnya sambil liat proses bikinnya yang cukup atraktif. Gue pesen rasa pisang yang hasilnya menurut gue rasanya enak, gak salah pilih deh. Kebetulan saat itu pas lagi ada event Piala Dunia, jadi bisa sambil numpang nobar di layar yang disedian di pub-pub yang ada disana.

20180621_214503
Salah satu penjual es krim sedang unjuk kebolehan

20180621_220843.jpg
Ice Cream, perfect way to end my day

Malam semakin larut dan gue memutuskan untuk balik ke penginapan karena besok subuh gue udah harus bangun dan lanjut mengeksplor Siem Reap. Time to recharge your energy.

“There are no foreign lands. It is the traveller only who is foreign.” – Robert Louis Stevenson

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: